Tampilkan postingan dengan label Tulisanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisanku. Tampilkan semua postingan

13 Oktober 2013

Jayalah Garuda Muda

1 komentar
Indonesia demam bola lagi. Kali ini timnas U-19 yg jadi bintangnya. Setelah beberapa waktu yg lalu berhasil menjadi juara Piala AFF 2013, adik2 kakak (sok akrab) ini menyedot perhatian warga Indonesia dan dilirik warga dunia. Ya, setelah Indonesia puasa dari gelar, mereka berhasil menyematkan gelar juara itu kepada bangsa ini. Selebrasi "sujud syukur" yg jadi ciri khas tim ini setiap berhasil mencetak gol dan juga komentar "jebret" dan "ahay" mungkin menjadi hal yg sensasional di musim bola kali ini.


Perjuangan mereka berlanjut di babak penyisihan untuk piala AFC 2014. Kesebelasan yg dikapteni Evan Dimas ini tak terkalahkan. Bahkan ketika malam tadi (12/10/2013) mereka berhasil mengalahkan tim Korea Selatan yg merupakan juara bertahan dan lawan yg berat. Skor 3-2 diraih Indonesia dan memastikan diri melaju ke putaran final AFC U-19 tahun 2014 mendatang.

Apa pelajaran yg bisa dipetik dari perjuangan garuda muda Indonesia ini? Di antaranya adalah keyakinan kita bahwa segalanya mungkin selama kita mau berusaha, percaya diri, dan melibatkan Tuhan dalam usaha kita. Orang2 bisa bilang kalau Korea Selatan adalah tim besar dan lawan yg berat. Tapi kita harus yakin, bukan seberapa besar lawan (masalah) yg kita hadapi, tapi seberapa besar usaha kita (kerja keras) dalam menghadapinya dan seberapa besar keyakinan kita pada pertolongan Tuhan Yang Maha Besar.

Terus berjuang garuda muda Indonesia. Berikan yg terbaik untuk bangsa ini. Kami akan mendukung kalian dalam keadaan apa pun.

-Sartika Ika S.-

Read more...

08 Oktober 2013

Seminar ON bersama Kek Jamil Azzaini

1 komentar
Beberapa pekan yg lalu kakak saya cerita kalau dia sudah daftar seminar ON, yg bahas buku ON nya Jamil Azzaini tentang move on. Saya yg lagi ga ada uang ini pun cuma bisa geleng-geleng pas diajak. Lumayan, 125 ribu kalo ga salah (ga erlalu dengerin harganya karna udah di atas 100rb. hehe). Waktu berlalu sampai mendekati hari H ternyata si kakak sakit n ga bisa duduk lama. Dengan ikhlas hati dia pun nyuruh saya yg ikutan seminar, sayang tiketnya udah dibeli. Akhirnya saya pun berangkat dengan senyum sumringah. Entah ini musibah atau rezeki, nikmati saja ^_^

Minggu, 6 Oktober 2013 jam 12.00-16.00 di hotel Hermes Medan.
Saya ga mau nyampaikan isi seminarnya di sini. Capek, panjang kali. Saya sarankan baca aja bukunya, karena yg disampaikan juga semuanya ada di buku itu. Dan kalau saya pribadi sih setelah ngikutin seminar, menurut saya mending baca bukunya dari pada ikut seminarnya karena isinya sama aja. Atau kalau memang mau ikut seminarnya, mending ga usah baca bukunya dulu karena nanti kurang seru, isi seminarnya udah bisa ditebak. Itu sekedar opini.

Balik ke seminar, intinya kalo kita mau MOVE ON maka kita harus menentukan VISI-ON hidup, lakukan ACTI-ON nyata sesering mungkin, temukan PASSI-ON kita dan bekerjalah sesuai dengan itu agar nikmat dan hasilnya maksimal, terakhir lakukan COLLABORATI-ON agar kekuatan kita semakin besar dan meraih hasil maksimal.

Pulang dari seminar, saya pun mencoba membuat VISI-ON saya. Tapi sementara ini masih untuk 3 tahun ke depan, hehee

Di usia 25 tahun saya ingin:
1. Memiliki suami yg sholeh dan suka traveling bersama saya
2. Memiliki 1 orang anak yg menyenangkan dan patuh pada orang tua
3. Hafal dan mengerti 4 juz alquran
4. Memiliki bisnis kue dengan 10 orang karyawan
5. Mengajar 50 anak yg kurang mampu untuk mengaji, membaca, menulis, dan membangun cita2
6. Menulis blog di setiap hari kerja

Jangan kasi tau siapa-siapa ya, jangan diketawain juga. Cukup didoakan aja. Kalau mau bantuin juga boleh, hehee.. Ini VISI-ON  ku. VISI-ON mu apa? :)

Oiya, di seminar ini saya juga sempat berkenalan dengan 2 orang yang ternyata 1 almamater dengan saya di Akuntansi FE USU. Namanya kak Tatam (nama lengkapnya lupa, panjang benerrr) angkatan 1983 (umurnya udah 49 tahun tapi masih imut jadi saya panggil kakak) dan kak Wardah angkatan 2005. Saya sendiri angkatan 2009. Dunia ini sempit ya mbak bro..

Ini dia foto saya bareng Kek Jamil Azzaini (atas) dan Kak Tatam (bawah). Semoga bisa ketemu lagi dalam kondisi yang lebih baik :)



-Sartika Ika S.-

Read more...

02 Oktober 2013

Memilih Setia (Kembali Menulis) ^_^

3 komentar
Assalamu'alaykum :)
Rekor nih. Udah setahunan juga ga nyentuh blog. Ckckckck.. Pas mau mulai nulis lagi, sempat terpikir juga pindah ke lain hati. Apalagi kawan saya (baca: uni) udah nyuci otak orang2 utk pake tumbelerr. Tapi setelah menggalau beberapa jam, saya putuskan utk setia dengan sartikaika.blogspot.com :) Alasannya, saya ga mau sampai melupakan tulisan2 lama yg walau masih sedikit tapi cukup berarti ^^


Dan ini pertama kalinya posting pake aplikasi blogger di android. Ternyata tool nya minim. Jadi tulisan kali ini agak ga rata dan ga berwarna. Semoga istiqomah nulis lagi daaah... Sekarang sih ga peduli sama follower atau kunjungan ke blog ini. Yg penting saya bisa numpahin apa yg di pikiran, hati, n rasa. Sedhaaaap :D

-Sartika Ika S.-

*itu foto bareng miss tumbeler XD
Read more...

10 Juni 2012

Bersama Keluarga di Surga

2 komentar
Mulai 2 hari yang lalu saya dan ibu buat program baru. Apa tuh? Yang jelas ini program romantis #eeaak... Bukan dinner bareng atau ngasi mawar merah, tapi lebih sangat romantis lagi. Yaituuuuu,,,, program tilawah qur'an bareng setelah sholat maghrib. Yeeeeeeaahh....

Mungkin ada yang mikir, "Apa romantisnya? Biasa aja kaleeee". Yah, bebas aja sih pendapat orang. Tapi bagi saya ini romantis tis tis... Berduaan malam-malam sambil baca surat cinta dari Allah, gimana gak romantis??! Kalo biasanya yang berduaan tuh seringnya ngobrol gak jelas plus yang ketiganya setan, nah yang ini berduaan sambil ibadah trus dicatet sebagai amal sama malaikat (aamiin).

Apa kaitannya sama surga? Kalo yang ini sih kaitannya sama ayat yang ini nih:

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu" (Q.S At Tahrim: 6)

Jadi boleh dong ya punya impian bisa bareng sama keluarga tercinta di surga.  Ga ada yang aneh kan dengan harapan surga? Yang aneh tu, kalo ada yang berharap bisa berkumpul di neraka bareng keluarganya. Na'udzubillah... Mungkin sekarang baru sholat n tilawah bareng, mudah-mudahan nanti bisa ditingkatkan lagi ibadah barengnya. Mudah-mudahan bisa istiqomah juga ibadah-ibadah bareng ini diridhoi Allah. Jadi bisa dapat surga sama-sama. Aamiin....

 
Cerita ini cuma untuk berbagi dengan teman-teman. Ya, mungkin selama ini aktivitas kuliah dan organisasi cukup menyita perhatian. Di luar rumah sibuk ngomong ini itu, ajak orang untuk ini itu, dan lain-lain (ini itu maksudnya yang baik ya). Setibanya di rumah, mungkin energi yang tersisa tinggal dikit. Padahal keluarga juga butuh dengan yang ini itu tadi.

Kalau teman-teman punya program ibadah bareng keluarga, boleh di bagi juga di sini. Mudah-mudahan bisa memotivasi ^____^

-Sartika Ika S.-
Read more...

Menuju Pemilihan Raya 2012

0 komentar
Ternyata udah laamaaaaaaa sangat saya tak menulis apa-apa di blog ini. Well, kemarin sempat disibukkan beberapa hal sampe ga sempat nulis. Begitu ada waktu untuk nulis, eh tangan n otak udah kaku. Bingung mau nulis apa (keliatan nih anak otak kiri). Itu tadi sekedar curcol plus klarifikasi untuk teman-teman blogger (penting gak sih?).

"Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya" (Al Hadits)

Kali ini cerita datang dari kampus yang lagi panaaasss. Jadi, 18 Juni 2012 mendatang fakultas kami mau adain pemilihan raya Gubernur & Wagub serta KAM (Kelompok Aspirasi Mahasiswa). Pesta demokrasi mahasiswa gitu deeeehh (katanya). Sejak 4 Juni 2012 semua calon yang terdiri dari 5 pasangan Cagub & Cawagub serta (kalo gak salah) 7 KAM udah heboh menghantui kampus, mading, n pohon dengan berbagai alat kampanye. Ada spanduk besar-besar, poster mulai dari modal foto kopi sampe kertas mengkilat, bahkan ada yang orasi plus atraksi keliling kampus pake sepeda 'n penampilan nunchaku (nah, yang ini calon pilihan saya :D). Ada yg motto nya singkat, ada juga yang visi misinya beberapa baris (hapal gak dia tu?).

Di kelas, kantin, toilet, foto kopi, fesbuk, twitter, bbm, sms, semua ceritanya tentang pemira. Dikalangan dosen n dekanat juga ngikutin perkembangannya, sampe-sampe ada dosen yang ngomongin ini di kelas (tapi ga usah diceritain deh, bikin malu plus sakit ati). Intinya banyak warga fakultas yang kena demam pemira (di samping demam euro). Tapi ga dikit juga mahasiswa yang apatis, ga peduli sama yang beginian. Kata mereka sih, ga ada efeknya ke mereka. Helloooo, sadar gak sih kalo orang sembarangan yang duduk di Pema bisa gawat tuh kampus. Gimana kalo dekanat buat peraturan-peraturan yang "menguras" mahasiswa, atau menutup semua kegiatan ekstra di fakultas, atau penyambutan mahasiswa baru ga ada lagi, atau yang lain-lain deh. Ya itu salah satu fungsi Pema, penghubung mahasiswa dengan dekanat dll.  Jadi ini PENTING kawan.

Tapi ingat, ini bukan tentang JABATAN tapi ini tentang AMANAH. Menduduki Pema bukanlah untuk dibilang hebat, keren, atau memenangkan ambisi. Tapi ini tentang tanggung jawab terhadap Tuhan dan rekan-rekan mahasiswa. Tentu tidak mudah. Jadi memang hanya orang pilihan lah yang bisa menjalankannya. Bukan orang pilihan manusia, tapi pilihan Allah. Bersainglah secara sehat, sportif. Katanya mahasiswa, berpendidikan dong ya. Moralnya juga harus dibangun dong. Gak pake petasan plus surat kaleng segala, main ancam-ancaman, menghina-hina kelompok agama. Kayak anak kecil aja. Sebenarnya yang diusung nih kepentingan siapa? Pribadi & kelompok atau mahasiswa?

"...Kami menuliskan apa yang mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan..." (Q.S. Yaasiin: 12)

Hari ini, 10 Juni 2012 masa terakhir kampanye. Dilanjutkan dengan minggu tenang (gak yakin nih bakal tenang). Sampai nanti pada hari pemilihan tanggal 18 Juni 2012. Semoga semua pihak bisa kembali meluruskan niat, menyehatkan hati akal pikiran, dan mempersiapkan diri menerima kemenangan. Tidak ada kekalahan. Karna siapa pun yang menang, maka itu adalah kemenangan bagi Mahasiswa. InsyaAllah...

-Sartika Ika S.-
Read more...

22 Desember 2011

IBU: Lambang Cinta Abadi & Pengorbanan Hakiki

0 komentar
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, beliau berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Pikiran ini takkan pernah sulit jika harus menggambarkan sosok seorang ibu. Setiap bentuk cinta & pengorbanan telah terpatri pada sosok mulia ini. Kita hadir di dunia ini tentunya tak terlepas dari cinta sang ibunda. Betapa bahagianya ia ketika mengetahui kita sudah menempati rahimnya, walaupun ia tahu bahwa selama sembilan bulan selanjutnya ia akan mengalami berbagai hal-hal sulit dan rasa sakit. Rasa cinta ini membuncah semakin besar kala ia mulai dapat merasakan detak jantung kita bahkan ketika kita dengan nakal menendang perutnya.

Cinta seorang ibu pada anaknya bukanlah sekedar ucapan atau cinta yang selalu dihiasi kemudahan. Cinta ibu adalah cinta hakiki yang penuh dengan pengorbanan. Berkat cinta ini, seorang ibu rela bertaruh nyawa ketika melahirkan kita. Rasa sakit tertutupi oleh kabut bahagia saat ia mengetahui kita terlahir sempurna. Siang malamnya disibukkan dengan memenuhi rengekan serta mengurusi keusilan kita. Ia rela menukarkan seluruh kebahagiaan dan hartanya demi memberikan yang terbaik pada kita. Bahkan al-quran pun mengabadikan dengan indah setiap pengorbanan ibu:

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan,…(Qs. Al-Ahqaaf: 15)

Begitu banyak kesulitan yang sudah dialami ibu kita saat kita masih kecil. Sekarang saat kita beranjak dewasa, masihkah kita menyusahkannya? Sungguh tak pantas kiranya jika sebagai insan yang sudah dididik begitu tinggi namun kita masih mampu menyusahkan orang tua dengan berbagai perilaku yang tak ubahnya seperti saat kecil dulu. Adakah kita lupa bahwa cinta & pengorbanan ibu mengalir dalam darah kita melalui tiap tetes ASI nya?

Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari disebutkan bahwa ketika sahabat Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhuma melihat seorang menggendong ibunya untuk tawaf di Ka'bah dan ke mana saja 'Si Ibu' menginginkan, orang tersebut bertanya kepadanya, "Wahai Abdullah bin Umar, dengan perbuatanku ini apakah aku sudah membalas jasa ibuku.?" Jawab Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhuma, "Belum, setetespun engkau belum dapat membalas kebaikan kedua orang tuamu" [Shahih Al Adabul Mufrad No.9]

Jika saat kecil dulu ibu dengan senang hati merawat dan mengasuh kita, maka relakah kita sekarang merawatnya dengan penuh cinta dan kelembutan? Jika saat kecil dulu ibu selalu bersabar dengan celotehan dan tingkah laku kita, maka sabarkah kita sekarang mendengarkan keinginan dan keluh kesahnya? Jika ibu selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk kita, maka sudahkah kita memberikan yang terbaik untuknya?

Renungkanlah. Apa yang sudah kita berikan pada ibu kita? Sudahkah kita membuatnya tersenyum bahagia? Atau kita masih membuatnya menangis pilu? Sekarang, mohonlah maaf pada ibu, ungkapkan cinta kita padanya, dan berikan yang terbaik.





Seperti udara kasih yang engkau berikan... Tak mampu ku membalas, IBU...
Read more...

14 Maret 2011

Evaluasi Event

1 komentar
Bulan Maret 2011 ini aku tergabung dalam 3 kepanitiaan. Yang 2 dari kampus, n 1 nya lagi dari forum alumni. Acaranya cuma beda beberapa hari pula. Tanggal 5, 6, dan 12 Maret 2011 lalu. Fiuhh.... Udah capek-capek buat acara, apa artinya kalo gak ada yang merasakan manfaatnya. Jadi untuk menyelidiki efek acara2 itu, aku pun bertanya ke peserta yang datang. Gimana sih pendapat mereka???? Let's cekidott.....


1. G.A 5 Maret 2011 @Auditorium
Peserta alhamdulillah melebihi 900 orang, tapi belum capai target 1.000 orang.


Ada yang komen:
A: "nasyidnya keren.... apa lagi yg lagu itu tuh, aku ingin mencintaimu setulusnya sebenar-benar aku cinta.... personilnya juga keren"
"......................."
B: " aku pengen pake jilbab kayak pematerinya....."
"..^_^.."
C:
"kamu kok dimana-mana jadi panitia?"
" >.< " D:
"setuju tuh sama pemateri. tutup aurat tu bukan siksaan. tapi untuk menjaga kita"
" \^0^/ "
E: "eh, nanti aku minta foto artisnya yg ngisi acara tadi ya...."
"............."
F: "seru... penampilan kreativitas mahasiswanya juga lucu2..
."
" :D "


2. MnG 6 Maret 2011 @Mesjid Raya

Peserta sekitar 50 orang yang terdiri dari adik2 junior dan alumni SMA.

Ada yg komen:
A: " seru... gamesnya banyak kali.."
".............^_^............."
B: "buat lagi kak.... kalo bisa sering2... tiap minggu pun
boleh
" -______- "
C: " yg saya pahami sebelum kita mencintai sesuatu, kita harus mengenalnya dulu. karna bisa jadi hal itu dibenci Allah..."
" :D "
D: " yg saya pahami perasaan suka ke yg bukan muhri
m itu adalah aib. jadi skarang kalo kami cerita2 n nyerempet ke cowok, langsung bilang sstttt... aib itu..."
" heheheheh "
E: "yg saya pahami urutan cinta hakiki itu adalah cinta pada Allah yg tertinggi.. terus Rasul, jihad, suami, n orang tua..."
" ^0^
F: " yg saya ambil dari gamesnya adalah dalam organisasi
, dengarkan kata2 pemimpin selama itu baik, gak boleh egois, harus bersatu..."
" yoyo..."
G: " gak boleh tuh pacaran.."
" ^^"
H: "kita harus punya usaha sendiri nih.... saya salut sama yg baca do'a. dia bisa sampe nangis. saya mau kayak gitu..."
" \^0^/ "

3. Pensil 12 Maret 2011 @USU

Peserta sekitar 100 orang. Acara berupa perlombaan-perlombaan (seperti pidato b. inggris, cerpen, artikel, deklamasi puisi) antar mahasiswa USU.

Ada yg komen:
A: " alhamdulillah... ga nyangka bisa menang..."
" ^_^ "
B: "kayaknya kurang publikasi nih. seharusnya yg datang lebih banyak lagi..."
" ............... "
C: "serasa lagi ulumul syar'i...."
"
:D "
-------------------------------------------------------------------------------

Itu tadi beberapa komen yg berhasil dihimpun dan diingat. Dari sekian komen, terlihat kalo sebagian besar peserta cukup memperhatikan siapa pembicara dalam acara tersebut. Kalo rasanya cocok di hati, ada ilmu yg secara sadar dia dapat. Tapi kalo kurang berkenan, mungkin pembicaraan utamanya akan tertutupi oleh penampilan nasyid ^0^. Jadi, pembicara memiliki pengaruh yg sangat besar terhadap sampai atau tidaknya maksud dan tujuan yg diharapkan dari suatu acara.

Oia, publikasi juga berperan lho. Kalo publikasinya baik, maka orang akan berbondong-bondong untuk datang ke acara itu. Tapi kalo publikasinya kurang nendang mau acaranya sebagus apa pun bisa diperkirakan peminatnya rendah.

InsyaAllah komen2 ini bisa menjadi bahan evaluasi untuk acara2 selanjutnya. Kalo ada yg mau ngasi masukan juga sangat diperbolehkan ^_^

-Sartika Ika S.-

Read more...

21 Januari 2011

Berilah, Maka Kita Akan Menerimanya

8 komentar

Di akhir-akhir libur semester, aku ingat udah lama ga nge post. Pas bingung mau nge post apa, berseliweran di pikiranku tentang suatu kisah yg pernah kubaca. Dongeng yg waktu itu ditujukan untuk anak kecil, tapi sekarang anak kecil itu sudah besar. Dan kisah ini menurut si "mantan anak kecil" itu, memiliki pesan moral yg perlu diketahui semua orang. Dongeng dari majalah Bobo yg berusaha kuingat. Chekidot..........

**********
Seorang remaja, sebut saja Ucok, hidup sebatang kara di suatu desa. Tanpa ada seorang pun sanak famili, Ucok berusaha menghidupi dirinya sendiri. Ia hanyalah seorang biasa, tanpa mendapatkan pendidikan, dan tidak memiliki suatu keahlian. Akhirnya ia harus bekerja serabutan hanya untuk melanjutkan kehidupan, mungkin tanpa arah dan tujuan.

Ya, begitulah Ucok. Penghasilannya hanya cukup untuk membeli beras yg ditanak menjadi nasi. Tanpa lauk, bahkan sekedar garam sekali pun. Namun Ucok bisa mengakali kehambaran itu. Setiap kali waktu makan tiba, Ucok berjalan menuju suatu kedai nasi yg terkenal di kampung itu. Kedai ini memiliki beragam masakan yg rasanya tidak diragukan lagi. Siapa pun pasti tak kan menolak bila disuguhi dengan menu-menu mereka, terutama ikan bakar yg menjadi jagoan di kedai ini. Tentu saja, harga yg ditawarkan untuk setiap porsinya hanya dapat dipenuhi oleh golongan menengah ke atas. Ucok yg seorang miskin tentu tak memiliki kesempatan untuk mencicipinya. Namun Ucok tak kehabisan akal. Dengan bermodal sebungkus nasi yg ia masak sendiri, Ucok mengambil posisi duduk tepat di samping jendela tukang masak yg sedang membakar ikan di dapur kedai itu. Ucok membuka daun pisang pembungkus nasinya. Sambil menghirup aroma sedap ikan yg sedang dibakar, ia mulai menyuapkan nasi ke mulutnya. Hanya dengan menghirup aromanya, Ucok serasa sedang mengunyah lembutnya daging ikan itu. Begitulah yg dilakukan Ucok setiap hari.

Awalnya pemilik kedai tidak peduli dengan perbuatan Ucok ini. Namun lama-kelamaan ia merasa Ucok telah mengambil keuntungan tanpa izinnya. Ia merasa Ucok sudah seharusnya membayar padanya atas kenikmatan yg dirasakan Ucok slama ini. Biar pun hanya menghirup aroma ikan, namun itu sudah memberikan kenikmatan bagi Ucok. Artinya sama saja seperti Ucok sudah memakan ikan bakar buatannya. Maka si pemilik kedai menuntut Ucok untuk membayar segala kenikmatan yg sudah didapatnya selama ini. Ucok yg merasa tidak pernah merugikan pemilik kedai pun tidak mau membayar. Apa lagi Ucok memang tidak memiliki uang untuk membayarnya.

Pemilik kedai tidak mau terima. Ia pun melaporkan hal ini pada Raja yg berkuasa. Ia meminta Raja untuk menghukum Ucok dan memaksanya agar mau membayar. Raja yg bijak tak mau hanya mendengar dari satu pihak saja. Ia memanggil Ucok untuk menghadapnya dan meminta Ucok menceritakan apa yg terjadi. Dengan jujur, tanpa ada bumbu-bumbu tambahan, Ucok menjelaskan pada Raja kronologi kejadian. Raja mencoba memahami masalah yg dihadapi rakyatnya dan berusaha mencarikan solusi yg seadil-adilnya.

Esok harinya, Raja memanggil Ucok, pemilik kedai, dan para rakyatnya untuk berkumpul menyaksikan penyelesaian masalah ini. Dihadapan mereka, Raja telah menyiapkan sekantung koin emas. Pemilik kedai sangat girang melihat koin itu. Ia yakin kasus ini akan ia menangkan.

"Wahai rakyatku, saudara kita ini sedang mengalami perselisihan. Maka dari itu, hari ini Aku sebagai Raja kalian akan menyelesaikan masalah ini."

"Pemilik kedai, Kau menuntut Ucok untuk membayar aroma ikan bakar mu yg selama ini telah dihirupnya. Bukan begitu?" tanya Raja.

"Benar Yang Mulia..." jawab pemilik kedai.

"Dan Ucok, Kau mengakui hal itu?" tanya Raja.

"Benar Yang Mulia..." jawab Ucok.

"Baiklah. Untuk itu, Aku sudah menyediakan sekantung koin emas untuk membayar utang Ucok pada pemilik kedai. Pemilik kedai, terimalah pembayaran ini..."

Lalu Raja menggoyangkan kantung tersebut dan menumpahkan isinya. Mata pemilik kedai langsung bersinar ceria. Ketika pemilik kedai ingin mengumpulkan koin tersebut, Raja mencegahnya.

"Tidak. Kau tidak boleh mengembil koin itu. Itu bukan hak mu. Kau telah mendapat pembayarannya tadi."

"Apa maksud Yang Mulia?" tanya pemilik kedai dengan sangat bingung.

"Selama ini Ucok hanya menghirup aroma sedap dari ikan bakarmu, Ia tidak pernah mencicipinya sedikit pun. Maka dari itu, Kau pun hanya berhak mendengarkan gemerincing koin itu tanpa boleh mendapatkannya"

**********
Itu lah kisah yg pernah kubaca. Apakah salah jika kita bisa bermanfaat bagi orang lain? Tentu TIDAK! Justru kita harus bisa memberi manfaat sebesar-besarnya bagi orang lain, agar kita bisa menjadi sebaik-baik manusia. Jangan pernah takut untuk memberi. Karena dengan memberi kita akan semakin bersyukur dengan nikmat yg telah kita dapatkan, dan InsyaAllah Allah malah akan menambah kenikmatan itu. Jadi jangan pernah takut merasa kurang. Kalo kita memberi tanggung-tanggung, maka yg kita dapatkan juga tanggung-tanggung, kayak si pemilik kedai tadi.

Satu lagi, jadilah pemimpin yg adil dan bijaksana. Pemimpin yg dapat mengayomi, mendengarkan masalah, membantu, dan bertindak untuk umat. Pemimpin yg seperti ini pasti dicintai rakyat dan akan didoakan kebaikannya.

-Sartika Ika S-



Read more...

10 Januari 2011

Perjalanan Ku

4 komentar

Bismillah...
Sebelum memulai suatu perjalanan,
tentu tak kan ku lupakan untuk tancapkan niat
Ku lakukan ini sebagai bakti pada orang tuaku,
semata-mata mengharap ridho Mu


Bersiap diri...
Menyiapkan perbekalan untuk bertahan
Bersiap menghadapi tantangan

Perjalanan dimulai...
Begitu panjang dan berlarut
Semangat ku begitu membuncah
Mengingat tujuan yang akan diraih,
di depan sana

Lurus, terus lurus...
Semakin lama ku berjalan,
semakin banyak cobaan menghadang
Dari kiri, kanan, segala arah
Mencoba meruntuhkan semangat ini

Jalan mulai berliku,

semakin berliku
terkadang ku rasakan sakit
Hampir ku menyerah

Untung ada kau di sisiku, wahai Saudaraku...
Berpegangan tangan, erat
Saling menguatkan
Hingga kita pun tak terhentikan oleh godaan, rintangan

Ku luruskan niat...

Engkau pasti menolong kami ya Rabb
Ku ingat ujung perjalanan ini
Tujuan dan impian kami
Ia begitu indah, manis
Tak sembarang untuk meraihnya,
tak mudah

Terima kasih ya Rabb...

Kau memilih kami
Takkan kami sia-siakan
Berjuang, semangat
Hingga Kau menghadiahkannya pada kami


**Terinspirasi Perjalanan Medan-Dolok Sanggul-Medan 06012011-09012011**

-Sartika Ika S-
Read more...

17 Desember 2010

Kenapa Merah-Putih-Hijau?

6 komentar

Bulan ini warga negara Indonesia di mana pun berada lagi heboh sama yg namanya pertandingan Piala AFF. Itu tuh, sepak bola antar kawasan Asia Tenggara. Aku juga gak terkecuali. Tapi aku sih ga gila-gila amat. Gimana mau gila, wong tandingnya pas kita-kita lagi pada UAS. Jadi lah aku nonton cuma di moment gol Indonesia. Jadi, dari sudut kamar aku memasang kuping baik-baik (ya iyalah, emang bisa dilepas?). Dengan tetap mengarahkan konsentrasi ke buku, slide, dan foto copy an, aku terus menajamkan pendengaranku. Ketika keluarga yg nonton pada teriak
GOOOLLL... Aku pun berlari keluar kamar dan ikut bergembira. Terlalu di dramatisir ya? Tapi kira-kira gitu lah kejadiannya.

Di sela-sela pertandingan Indonesia vs Filipina, aku sempat liat penonton yg hadir. Salah satunya adalah Ibu Ani Yudhoyono. Beliau mengenakan jaket berlambang garuda di dadanya, kayakya sih itu jaket timnas. Awalnya aku biasa aja ngeliatnya. Tapi kalo diperhatiin, ada sesuatu yg buat aku bingung. Kok warna jaketnya Merah-Putih-Hijau? Bukannya biasanya baju seragam timnas itu warnanya Merah-Putih aja ya? Kalo pun ada, warna hitam dikit-dikit misalnya untuk nulis nama, dll. Tapi yg ini hijau. Perpaduan warna ini mengingatkan aku pada sesuatu. Iya, hari natal. Seingatku, natal itu identik sama warna merah (kostum sinterklas), putih (salju), dan hijau (pohon cemara). Hmmm, apa ada hubungannya ya? Tanya kenapa

-Sartika Ika S-
Read more...

04 Desember 2010

Ayo Meminta Maaf

5 komentar

Kata maaf memang adalah kata2 yang sangat gak asing bagi kita. Apalagi kalo menjelang Idul Fitri. Kata maaf dengan lancarnya mengalir dari mulut tiap orang, menghiasi sms kawan dan sodara, baik itu disampaikan dengan ikhlas atau pun cuma basa basi doang. Selain itu, waktu lagi ada masalah atau gesekan2 sama seseorang, kita juga bakal berusaha meminta maaf atau memaafkan. Tapi itu juga kalo ga kalah sama gengsi. Ya, kata maaf terkesan biasa atau wajar alias standar di moment itu.

Nah, gimana jadinya kalo kata maaf diucapkan tiba2 di suatu malam, ga ada angin, ga ada hujan, ga ada petir? Itulah yang kulakukan tadi malam. Tiba-tiba aku merasa gelisah dan susah tidur malam ini. Mungkin salah satu faktornya adalah beberapa hari ini aku menghadapi beberapa masalah "kecil" yang cukup menyita pikiranku. Masalah yang sebenarnya ga bakal jadi masalah kalo aku ga memikirkannya. Aku bingung apa yang harus aku lakukan untuk mengusir kegundahan ini. Tiba-tiba aku terfikir, sepertinya udah cukup lama aku ga meminta maaf dari hati terdalam sama orang2 yang sering aku temui. Kenapa aku memusatkan perhatian sama orang2 yang sering ku temui? Karena menurutku merekalah yang paling mungkin menghadapi kesalahan dan kekhilafan ku, bahkan mungkin ku sakiti perasaannya. Memang seingatku aku ga ada masalah sama mereka, tapi tetap aja yang namanya khilaf bisa dilakukan tanpa kita sadari. Lagi pula menurutku minta maaf itu ga musti harus ada masalah dulu kan... Aku pun mulai merangkai kata2 dan mengirim sms itu ke orang2 yang sering kutemui.

Setelah mengirim sms itu, perasaan ku lebih lega. Apalagi ketika menerima balasan dari mereka yang merespon baik permintaan maaf ku itu. Saat itu aku mulai berpikir, terkadang kita pernah merasa sakit hati ketika menerima ucapan atau perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang lain. Tapi sadarkah kita, ucapan atau perlakuan tersebut mungkin ga akan kita terima kalau kita ga melakukannya juga pada orang lain. Sering kali kita merasa kesal dengan sikap orang lain pada kita, tanpa pernah mau meng-hisab atau mengintrospeksi segala yang telah kita ucapkan dan lakukan padanya. Memang tangan di atas lebih baik dari pada tangn di bawah. Namun, apakah kita hanya menunggu hingga orang lain memaafkan kita tanpa mau berusaha untuk meminta maaf atas kesalahan kita yang disengaja atau tidak? Mulai sekarang, mari kita lebih melapangkan dada kita untuk mau meminta maaf terlebih dahulu, tanpa memandang waktu untuk melakukannya.

-Sartika Ika S-
Read more...

29 November 2010

Perjalanan yang Mencekam

2 komentar

Hari ini adalah salah satu hari yang cukup membuatku galau, ketar-ketir, deg-degan, dan rasa lainnya yang bercampur menjadi es campur (jadi selera nih). Tapi tetap aja rasanya jauh dari manisnya es campur.

Gini ceritanya.... Siang setelah kuliah usai, aku pergi berjalan kaki di bawah terik matahari menyusuri jalan menuju SMA tercinta. Untuk apa lagi kalo bukan ketemu n sharing sama adik-adik junior yang masih mengunyah bangku sekolahan (pantes,, bangkunya pada sompel). Aku yang sebenarnya hari itu lagi gak mood n pikiran mumet karena "sesuatu" berusaha menyemangati diri biar bisa tampil oke pas ketemu adik-adik nanti. Sampe di sana, cipika cipiki, trus ngobrol-ngobrol ke sana ke mari mulai dari kegiatan terdekat mereka sampe bahas kondisi Indonesia dan Qatar (pembicaraan lintas negara nih....). Akhirnya, setelah tertipu sama jam dinding yang telat hampir setengah jam, kami pun memutuskan untuk pulang jam 5.10 sebelum hape ribut ditelponin ortu.

Kebetulan, salah satu junior itu rumahnya searah denganku. Jadilah kami jalan bareng ke simpang buat nunggu sudek gedek-gedek tercinta. Perlu diketahui, angkot kami ini emang tergolong langka. Dari segi jumlah, bisa diitung pake jari samoe-sampe aku hafal beberapa supirnya. Dari segi body, nih angkot beruntung berada di Indonesia karna kalo di Malaysia ato Singapur, pasti angkot-angkot ini udah diberangus karna udah melewati batas umur ekonomisnya. 5, 10, 15 menit kami berdiri diterpa polusi tapi angkot yg ditunggu ga kunjung tiba. 30 menit menanti Alhamdulillah si angkot muncul juga. Kami langsung naik dengan riang karna akhirnya bisa pulang juga. Sepanjang perjalanan, penumpang angkot yang naik sebelum kami pada ngeluh n ngumpatin su[irnya semua. Aku agak heran juga, nih orang kok pada hebring amat. Emang sih, si supir bawanya rada ga enak gitu. Nge-gas mendadak, trus tiba-tiba nge-rem. Jadi kami di angkot pada maju mundur terus duduknya. Aku yang udah capek ga terlalu peduli dengan hal itu. Yang penting sepat sampe rumah, n silaturahim sama bantal.

Udah setengah perjalanan dilewati, kami ketemu lagi sama lampu merah, kuning, ijo. Sudek pun berhenti. Tiba2 si adik yg duduk di sebelah ku berbisik "kak, dari bawah bangku depan kok keluar api?" Aku berusaha mengamati dan gak lama kemudian keluar percikan api kayak yg dibilang si adik. Weiitss, aku kaget tak terkira. Mana ada anak orang yang pulang sama aku. Kalo terjadi sesuatu kayak di sinetron2 itu gimana? Aku panic! at the angkot. Dengan sigap aku pencet bel yang ada di angkot, maksudnya mau turun n naik angkot lain. Mending ngeluarin duit lebih, dari pada nyawa terancam. Tapi dengan santainya penumpang lain bilang "gak apa-apa dek. Udah dari tadi tu". Ternyata, percikan apinya muncul karna batere aki-nya bergesekan sama bangku angkot (kalo ga salah gitu). Oke lah, alasan yang bisa diterima walopun ga buat hati tenang. Dengan penuh rasa was-was kami memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan dengan angkot itu. Rumah ortu ku semakin dekat. Si supir yang mulai haus pun mengambil botol minumnya yang dibungkus dengan plastik hitam. Ketika dia menenggak air di botol itu, aku sempat melihat kalo airnya berwarna putih keruh, bukan bening. Aku curiga. Sejak kapan supir angkot minum susu??? Penumpang lain langsung nyeletuk, "ternyata dia minum tuak*, pantes lah kayak gini...". Jrejeeng..... Aku langsung terjekut alisa terkejut. Jadi nih sopir dari tadi mabuk toh... Apa jadinya kalo dia bener-bener udah ga sadar. Bisa-bisa aku n yang lainnya bukan sampe ke rumah masing-masing, tapi malah ke rumah sakit. Aku langsung menambah speed doa n dzikir. Ya Allah, lindungilah... Karna kondisi semakin tak terkendali dan rumahku udah cukup dekat, aku n si adik memutuskan untuk segera turun dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Ini lebih baik dari pada menyerahkan nyawa pada supir angkot.

Hari ini aku mendapat pelajaran penting. Hati-hatilah dalam memilih angkot. Kalo udah menemukan hal yang mencurigakan, lebih baik segera turun dan pindah ke angkot lain. Biarlah berkorban uang, daripada berkorban nyawa.

*Tuak: sejenis wine ala orang batak. Bahasa kerennya dalah khamar

-Sartika Ika S-
Read more...

10 November 2010

Kejadian Demi Kejadian

2 komentar

Dalam minggu ini, entah kenapa para dosen pada semangat semua. Karna semangatnya, tugas yang dikasi ke kami pun jadi bertumpuk-tumpuk. Selasa aja udah diisi sama 2 tugas. Trus Rabu harus ngumpul 3 tugas sekaligus!!! Well, bukan cuma para dosen yang semangat. Kegiatan organisasi juga lagi getol-getolnya menjaring anak-anak kampus diberbagai acara. Alhasil, aku yang adalah salah satu panitia lebih tepatnya koordinator konsumsi harus rela pulang sore tiap hari demi menghadiri syuro' ke syuro'. Gimana enggak, secara acaranya udah tinggal 2 hari lagi alias Jumat-Minggu ini. Fiuhh..... Asli seminggu ini jadi hanro' alias hantu syuro'. Hehheheh.....

Emang untuk aku yang punya badan pas-pasan ini, capek juga rasanya harus memenuhi semua tuntutan peran (kayak artis aja...). Awalnya sempat terbersit juga "bisa gak ya jalanin semua? Apalagi nyelesaikan pe-er". Tapi ternyata semua keraguan itu bisa kujawab dengan tegas. Tidak....!!!! Setelah diselami, diresapi, dan dijalani ternyata semua itu tidak menghalangiku untuk memenuhi tanggung jawab itu. Makin banyak kegiatan n kerjaan, malah membuat kita makin bisa bagi waktu. Jadi tiap hari kerjaanku ngatur schedule harian. Jam segini ke sini, jam segitu ke situ, dst. Malahan ada tuh temanku yang kerjaannya kuliah-rumah aja, tapi tugasnya baru selesai beberapa saat sebelum dikumpul. So, ga aktif organisasi ga jadi jaminan prestasi tinggi kan...

Emang jalan yang harus dilalui itu ga selalu mulus. Sempat juga ada kesalahpahaman sama teman panitia yang lain, urusan yang belum beres menjelang acara, dll. Tapi alhamdulillah Allah Maha Pengasih. Semua urusan dilancarkan. Disaat itu Allah juga memberikan saudari yang baik hati yang mau mendengarkan n menenangkan :D

Dari sekian kejadian minggu ini, banyak hikmah yang bisa diambil. Semuanya buat aku makin yakin sama pertolongan Allah dan janjiNya yang ga akan memberikan cobaan melebihi kemampuan hambaNya.

Tetap Semangat kawan-kawan... Innallaha ma'ana :D

-Sartika Ika S.-
Read more...

20 Oktober 2010

20.10.2010. Apa yang Spesial???

0 komentar
Hari ini ku awali dengan nasi plus sambel teri. Trus pergi ke kampus juga masih naik angkot kayak biasa. Dan lagi-lagi nyampe kampus pak dosen tercinta yang udah dinanti-nanti kemurahannya untuk berbagi ilmu ternyata ga datang. Tapi itu juga biasa. Jadi intinya pagi ini ga beda-beda amat sama pagi-pagi sebelumnya. Tapi kenapa teman2 pada heboh bin hebring pagi ini? Setelah pasang antena tinggi-tinggi, trus agak digeser kiri kanan dikit akhirnya aku dapat beritanya. Jadi mereka tu pada heboh karena hari ini tanggal 20 bulan 10 tahun 2010 alias 20.10.2010. Aku juga baru sadar!

Tanggal ini dianggap keramat sama sebagian mereka karena susunanya yang pas antara tanggal, bulan, n tahunnya. Jadi banyak juga yang manfaatin moment ini buat ngelakuin sesuatu yang spesial supaya diabadikan ditanggal cantik, gitu sih kata-katanya. Oke lah aku terima. Namanya juga masa muda, masa yang berapi-api (tu kata bang haji lho).

Perjalanan berlanjut. Antena masih dipasang tinggi-tinggi buat nangkap sinyal-sinyal mencurigakan. Eh, dapet. Denger-denger ada demonstrasi di berbagai daerah hari ini. Ya ampun, mentang-mentang tanggal cantik jadi maau diabadiin dengan ngadain demo besar-besaran ya bang??? Eitts, ternyata bukan itu. Denger-denger lagi, hari ini bertepatan sama 1 tahun pemerintahan bapak presiden n wakilnya. Haaa, udah setahun ya??? Kayaknya ni negara masih gini-gini aja deh.

Oke lah. Pertama-tama saya ucapkan selamat buat bapak-bapak yang udah 1 tahun duduk-duduk di bangku kekuasaan. Trus nih pak, saya sih cuma mau ingetin aja kalo setahun yang lalu bapak-bapak tu udah bersumpah demi Allah untuk menjalankan tugas lho... Jadi jangan cuma maunya curhat ke masyarakat, tapi justru dengerin dong curahan n jeritan hati masyarakat, trus lakukan perubahan supaya masyarakatnya ga sengsara lagi. Ayo pak, utamakan kepentingan rakyat diatas kepentingan partai & pribadi. Kami doakan semoga pemimpin kami adalah orang-orang yang jujur, berakhlak, dan bertindak cepat & tepat untuk kemajuan bangsa ini. Bersama kita bisa!!!

-Sartika Ika S.-
Read more...

23 September 2010

Manfaatkan Peluang. Langsung Tancaaaap

2 komentar

Innalillahi wainnailayhi roji'un... Sabtu, 18 September 2010 yang lalu Pajak USU a.k.a PAJUS terbakar. Sedikit info buat teman2 di luar Medan, PAJUS adalah pasar (orang Medan nyebut pasar dengan sebutan pajak) atau lebih kerennya pusat perbelanjaan yg terletak di lingkungan USU. Di PAJUS hampir semua kebutuhan tersedia, mulai dari alat tulis dan kantor, flash disk, makanan, minuman, pulsa, cassing, buku, sepatu, tas, aksesoris, sampe pakaian ada di sini. Hrganya juga dijamin murah. Ga heran kalo pelanggannya bukan hanya mahasiswa USU, tapi juga anak sekolah, mahasiswa kampus lain, orang kantor, dan masyarakat umum pada nge-fans sama PAJUS. Sebagai mahasiswa USU, apalagi anak ekonomi yg kampusnya deketan sama PAJUS, cukup bangga juga sama PAJUS yg udah melayani kebutuhan hampir semua masyarakat Medan (lebay ya??).

Anyway, balik ke masalah kebakaran. Dengar2 kabar sih penyebabnya karna genset salah satu pedagang yg meledak. Akhirnya hampir seluruh PAJUS ludes diganyang api n hampir ga ada yg bisa diselamatkan. Semoga Allah memberikan kesabaran dan ganti yg lebih baik buat para pedagang di PAJUS. Amiin...

Terbakarnya PAJUS ini bukan cuma buat sedih para pedagang, tapi juga para konsumen. Banyak orang-orang bingung sekarang. Mau beli kebutuhan kuliah di mana? Di tempat lain mahal. Apalagi buat kantong anak kost.

Ngeliat kondisi ini, aku jadi punya ide. Ahhaaa... kesempatan emas nih. Jadilah aku berpikir untuk jadi PAJUS keliling (cape' dong..). Melihat kebutuhan para mahasiswa akan kebutuhan terhadap alat tulis, menimbang belum adanya penyedia bagi kebutuhan tersebut di kampus tercinta, maka aku memutuskan untuk berbisnis alat tulis.

Percuma dong anak ekonomi kalo ga bisa ngeliat peluang bisnis yang ada. Aku pun mencari tau grosir alat tulis yang murah. Alhamdulillah di dekat kantor kakakku ada grosiran. Dengan modal uang beasiswa, aku pun membeli beberapa jenis pulpen dan kertas binder untuk dijual.

22 September 2010 menjadi salah satu hari yg bersejarah dalam hidupku. Hari itu akupun membawa daganganku ke kampus sambil kuliah. Begitu sampe kelas, dengan gagah perkasa ku keluarkan barang2 itu dan.... seet seet seet... kawan2 pun langsung menyerbunya. Alhamdulillah beberapa pulpen langsung raib dan berubah jadi uang. Ada juga yg pesan barang2 lainnya.

Memang untungnya keciiiiil kali. Tapi entah kenapa rasanya senang aja bisa menghasilkan uang sendiri n bantu meringankan kesulitan orang lain. Memang ini bukan bisnis pertama, tapi tetap aja feel nya beda. Apalagi hari ini. Pas lagi mau foto kopi tugas, tiba2 ada orang di foto kopi yg nanya kertas binder sama kakak penjualnya. Ternyata disitu ga jual kertas binder. Jadilah dengan gentlemen kawan awak bilang sama tu orang yg ternyata dia kenal: "beli sama ika aja...". Dia langsung respon positif, malah minta 2 bungkus. Emang kalo rezeki ga kemana... Selesai dari foto kopi, aku balik ke kelas. Eh... tiba2 cewe tadi datang n mau beli kertasnya lagi. Tpi sayang sejuta sayang, persediaanku abis. Moga aja besok-besok dia mau beli sama aku lagi ya Allah...

Ada beberapa orang yg bilang, "ngapain sih, kan untungnya juga kecil..". Tapi aku ga perduli. Karna yg kucari bukanlah keuntungan (tapi tetep gak mau rugi juga dong..), yang kucari adalah pengalaman, pembelajaran, dan perjalanan hidup. Pengalaman memulai, memajukan, dan mempertahankan bisnis walaupun kecil2an. Pembelajaran dalam mencari pemasok, mempromosikan produk, dan berkomunikasi dengan pembeli. Perjalanan hidup yang nantinya akan kutulis di dalam buku kisah sukses ku kelak. Kesuksesan yg dimulai dari bawah, dari sebuah langkah kecil, dari hasil pemikiran yang matang, dan dari keberanian. Jadi bisa lebih memotivasi orang. Kalo kisah perjuangannya langsung dimulai dari bisnis bermodal besar, orang bakal mikir "ya iyalah dia bisa, modalnya banyak sih. Kalo kita yg kecil ini mana mungkin sukses kayak dia...". Itu sih pemikiran aku aja.

Apapun ending nya nanti, intinya aku mau jadi orang yg berguna, mandiri, tangannya lebih sering di atas, n ga jadi sampah masyarakat yg kehadirannya ga diinginkan siapa pun. Doain ya moga bisnisnya lancar... Rencananya sih mau ekspansi nih. Dari FE merambat ke FK. Mohon doanya ya \^0^/

-Sartika Ika S.-
Read more...

19 September 2010

Sayang Kamu Selalu

4 komentar

Assalamu'alaykum.... Wah, udah lama nih ga nongol-nongol tulisannya. Sekalinya nongol, eh... judulnya norak bin lebay gini. Gapapa deh. Entah kenapa sore ini aku kangen sangat sama saudari-saudariku yang ngegemesin semua. Heheheheh

Kenal sama mereka sih beda-beda. Ada yang sejak SMP kayak Kiki & Nungki. Tapi ada juga yang pas SMA baru ketemunya kayak Husna, Dwieta, Ratna, Eva, Rida, Tika, Tije, n Saidah. Tapi intinya semuanya kucinta. Masing-masing punya karakter yang beda-beda. Tapi alhamdulillah kesamaan aqidah yang menjadi pemersatu kami.

Jadi inget sama Kiki yang sulit untuk nolak bantuin orang lain. Si Nungky yang pintar, kritis, aktif n santun (kok mau ya temenan ma aku yang rada ancur ini???). Husna si anak Bandung yang slalu bisa ngasi solusi dan menenangkan (pa kabar dirimu skarang ukh? Susah amat dihubungi...). Dwieta kawan awak yang lugu n cuek, tapi baik hati dan tidak sombong (rajin nabung juga gak ya?). Ratna yang slalu bisa mencairkan suasana n kreatif. Eva si lugu yang baik hati, rajin bantu ortu, n apa adanya. Rida yang bela-belain pulang cepat dari kampungnya demi halal bi halal sama kami-kami ini (hix hix, saya terharu...), tempat yang enak buat curhat n penuh semangat (ditunggu ya jadi bu dosen n motivator). Tika yang sangat mengikuti sunnah Rasul dengan menjual macam-macam produk mulai dari jilbab, rok, sampe kue lebaran. Tije yang pembawaannya slalu tenang. Saidah si kakak gahul yang selalu enerjik, penuh semangat, n ga gampang nyerah.

Mungkin cuma beberapa dari mereka yang sering kujumpai karena masih satu kota. Tapi rasa persaudaraan tak kenal yang namanya jarak dan waktu. Walau kita dipisahkan saudera yang luas, walau cuma bisa ketemu sekali setahun... Tapi pertalian hati yang sudah terjalin tak mudah untuk diputuskan. Ukhuwah yang erat membuat hati selalu dekat. Semoga jalinan ukhuwah ini tetap dapat kita jaga dan semoga mendapat ridho Allah... Semangat raih cita-cita!!!

-Sartika Ika S.-
Read more...
 
"Sartika Ika" © 2011 DheTemplate.com. Supported by PsPrint Emeryville and homeinbayarea.com